Amati cerita berikut !!!

Di zaman Nabi Musa ada seorang fasik yang suka melakukan kejahatan. Penduduk negeri

tersebut tidak mampu lagi mencegah perbuatannya, lalu mereka berdoa kepada Allah.Maka

Allah telah mewahyukan kepada Nabi Musa supaya mengusir pemuda itu dari negerinya agar

penduduknya tidak ditimpa bencana. Lalu keluarlah pemuda tersebut dari kampunganya dan

sampai di suatu kawasan terpencil.

Selang beberapa hari pemuda itu jatuh sakit. Merintihlah ia seorang diri, lalu berkata: "Wahai

Tuhanku, kalaulah ibuku, ayahku dan isteriku berada di sisiku sudah tentu mereka akan

menangis melihat waktu akan memisahkan aku dengan mereka (mati). Andai kata anakanakku

ada di sisi pasti mereka berkata: "Ya Allah, ampunilah ayah kami yang telah banyak

melakukan kejahatan sehingga ia diusir dari kampungnya ke tanah lapang yang tidak

berpenghuni dan keluar dari dunia menuju akhirat dalam keadaan putus asa dari segala

sesuatu kecuali rahmat-Mu ya Allah."

Akhir sekali pemuda itu berkata: Ya Allah, janganlah Kau putuskan aku dari rahmat-Mu,

sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa terhadap sesuatu. Ya Allah hanya Engkau saja

harapanku", Setelah berkata maka matilah pemuda itu.

Kemudian Allah mewahyukan kepada Nabi Musa, firmannya: "Pergilah kamu ke tanah

lapang di sana ada seorang wali-Ku telah meninggal. Mandikan, bungkus dengan kafan dan

shalatkanlah dia."

Setiba di sana Nabi Musa mendapati yang mati itu adalah pemuda yang diusirnya dahulu.

Lalu Nabi Musa berkata: "Ya Allah, bukankah dia ini pemuda fasik yang Engkau suruh aku

usir dahulu." Allah berfirman: "Benar. Aku kasihan kepadanya disebabkan rintihan sakitnya

dan berjauhan dari keluarganya, lalu ia hanya berharap utuh kepadaKu. Apabila seseorang

mu’min yang tidak mempunyai saudara mati, maka semua penghuni langit dan bumi akan

sama menangis kerana kasihan kepadanya. Oleh karena itu bagaimana Aku tidak

mengasihaninya sedangkan Aku adalah zat Yang Maha Penyayang di antara penyayang."

Dari sini kita mengetahui bahwasannya Allah amat menyayangi pemuda tersebut,

mengampuni dosa-dosanya bahkan menjadikannya sebagai bagian dari kekasihNya setelah

pemuda tersebut tidak mempunyai harapan kecuali hanya kepada rahmat dan ampunan Allah

semata.

ASMA’UL HUSNA

A. Pengertian Asmaul Husna

Kata asmaul husna berasal dari bahasa Arab أَلاسماء yang berarti nama-nama, beberapa

nama dan الحسنى yang berarti yang baik, yang indah. Menurut istilah, asmaul husna

berarti nama-nama yang indah bagi Allah Swt. Asmaul Husna hanya pantas dimiliki

Allah Swt, sesuai kebesaran dan keagungan-Nya.walaupun ada manusia yang

mempunyai nama seperti Asmaul Husna, tapi hal itu hanyalah kesamaan nama saja.

Asmaul Husna bagi Allah Swt. adalah sempurna, sedangkan nama-nama tersebut yang

dipakai manusia, harus diawali dengan ‘abdul, dengan harapan dapa meneladani atau

memiliki akhlak sebagaimana namanya, misalnya ‘Abdul Rahman, ‘Abdul Lathif dll.

Allah berfirman juga dalam Q.S Thaha: 8,

“Allah, tiada Tuhan selain Dia, bagi-Nya nama-nama Terbaik.”

B. Memahami Kebesaran Allah Swt. Melalui Asmaul Husna dan Bukti Kebenarannya

(al-‘Aziiz (‘Azza) yang artinya Maha Perkasa, al-Bashiith artinya Maha Melapangkan

rizki, nikmat dan rahmat, al-Ghaniyy artinya Maha Kaya, ar- Ra’uuf artinya maha

Pengasih.

Gbr. Alam semesta Ilustrasi Sifat Adil Gbr. keseimbangan

alam lautan

1. AL’AZIIZ:

Al-Aziz adalah nama Allah yang menunjuk pada pengertian kekuatan, hegemoni,

ketinggian, dan mengendalikan. Al’Aziz juga merupakan nama Allah yang

menunjukkan keperkasaan Allah SWT. KeperkasaanNya tidaklah mampu diukur oleh

manusia ataupun makhluk lainnya.Allah berfirman dalam Q.S Yasin ayat 1 s.d 5 yang

menunjukkan bahwa diriNya yang memiliki Keperkasaan dan kasih sayang. Yaitu:

Yang artinya: “Wahai Yasiin (Muhammad), Demi alQur’an yang penuh

hikmah, sesungguhnya engkau sungguh adalah termasuk para rasul. Yang

berada di atas jalan yang lurus.Yang diturunkan oleh Allah Yang Maha

Perkasa dan Bijaksana”.

Dalam ayat ini, Allah memaklumatkan bahwa diriNyalah yang Maha Perkasa dan

Maha Bijaksana, tiada yang bisa mengungguli keperkasaan Allah SWT. Misalnya

dalam menggerakkan matahari di atas kita, Allah Maha Perkasa untuk menjaganya

sampai nanti hari Qiyamat.

Dalam AlQur’an penyebutan kata alAziz sering kali diiringi dengan kata al-Hakim

atau kata al-Rahim. Misalnya dalam surat al-Maidah: 118:

“Jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah AlAziz

dan alHakim (yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana)”.

Gatra.com Pixabay.com Kumparan.com

AKIDAH AKHLAK MADRASAH TSANAWIYAH KELAS VII 109

Hal ini menunjukkan bahwa sifat keperkasaan, kekuatanNya, sifat Maha

MengendalikanNya senantiasa diiringi dengan Kebijaksanaan Allah dan kasih sayang

Allah SWT.

2. Al-BASITH artinya Maha Melapangkan rizki, nikmat dan rahmat

Allah Swt disebut Al-Basith yang artinya Allah Maha Melapangkan Rezeki. Allah Swt

dengan mudah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba yang dikehendaki-Nya. Tidak

jarang, bahkan terlalu sering Allah Swt memberikan rezeki lebih banyak dari pada apa

yang hamba-hamba-Nya butuhkan. Firman Allah dalam Q.S Asy-Syuro:27 :


Artinya: "Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah

mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang

dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan)

hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat". (Q.S Asy-Syuro:27).

Firman Allah Swt dalam surat Ar-Ra'd ayat 26 :

Artinya: "Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia

kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, Padahal kehidupan

dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang

sedikit)". (QS. Ar-Ra'd : 26 ).

3. AL-GHANIYY artinya Maha Kaya

Allah Swt. Zat yang Maha Kaya berate kekayaan-Nya tidak terbatas, tidak memerlukan

apapun dan siapapun, bahkan yang selain Dia sangat berhajat kepada-Nya. Apabila

semua makhluk Allah Swt. yang Dia ciptakan, secara kompak mentaati segala aturan dan

perintah-Nya, tidak akan menambah nilai dan jumlah kekayaan-Nya, Sebaliknya apabila

semua makhlu ini segala aturan dan perintah-Nya tidak akan mengurangi nilai dan

martabat-Nya. Sebagaimana Firman Allah Swt berikut :

Artinya : “Ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Al-Baqarah :

267)

Artinya : “Dan Tuhanmu Maha Kaya lagi mempunyai rahmat.” (Al-An’am:133)

Artinya : “Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah

yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.”( Fatir : 15)

110 AKIDAH AKHLAK MADRASAH TSANAWIYAH KELAS VII

Dengan Kemaha Kayaan Allah Swt. dapat memberikan kekayaan kepada Hamba-Nya

yang Dia kehendaki.

4. AR-RAUF artinya Maha Pengasih

Allah Swt disebut Ar-Ra’uf yang berarti Allah adalah Dzat Yang Maha Belas Kasihan.

Dalam hal ini belas kasih yang terjadi antara sesama manusia atau terhadap makhluk

ciptaan Allah Swt yang lain berbeda jauh dengan belas kasih yang senantiasa

diperlihatkan Allah Swt kepada sesama ciptaan-Nya. Karena Allah Swt Maha Pengasih

dan Maha Penyayang kepada seluruh makhluk-Nya tanpa kecuali.Firman Allah Swt

dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 143 :

Artinya : “ ... dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah

Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.” (QS. Al-

Baqarah:143)

Allah Swt adalah Dzat yang mempunyai sifat belas kasih kepada setiap hamba-Nya.

Kasih Allah Swt merupakan iradah yang paling tinggi, melenyapkan kesulitan

(masyaqah), dan menolak / menghindarkan kejahatan kepada hamba-Nya dengan lemahlembut

dan kasih 110ember. Bahkan dengan sifat ar-Rauf-Nya, Allah Swt tidak

memberikan beban kepada hamba-Nya di luar kemampuan, bahkan memberikan

keringanan ibadah ketika ada halangan tertentu, seperti dalam shalat dan lain sebagainya.

Firman Allah Swt :

Artinya:” Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya.” (Q.S. 2 Al

Baqarah 286)

Firman Allah Swt yang lain:

لَقَد جََاءكُ م رََسُو ل م ن أََنفُسِكُ م عََزِي ز عََلَ يهِ مََا عََنِتُّ م حََرِي صعََلَ يكُم بَِا لمُ ؤمِنَِينَ رََؤَُو رَحِي مَ

Artinya :” Sesungguhnya telah 110ember kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri,

berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan

keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orangorang

mukmin.” (Q.S. 9 At Taubah 128)

Percaya dan meneladani sifat Allah Swt ar-Rauf bagi setiap mukmin adalah kewajiban,

yaitu selalu menjalani hubungan silaturrahim dengan keluarga dan memberi muslim,

bersikap kasih 110memberi terhadap hamba-hamba Allah Swt, seperti yang dinyatakan

sabda Nabi Saw :” sayangilah orang yang ada di bumi, niscaya kamu akan disayangi

oleh yang ada di langit”.

AKIDAH AKHLAK MADRASAH TSANAWIYAH KELAS VII 111

5. AL-BARR artinya Maha Baik

Dialah Allah, Tuhan Yang Maha Dermawan, Yang Maha melimpahkan kebaikan. Dan

Dialah Allah menganugerahkan aneka anugerah untuk kemaslahatan makhluk-Nya,

anugerah yang sangat luas dan tidak terhingga. Walaupun terhadap manusia yang durhaka

kepada-Nya, namun Dia tetap melimpahkan kebaikan-Nya kepada mereka.

Firman Allah Swt :

Artinya :

” Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dia-lah yang

melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.” (QS. 52 Ath-Thuur 28)

Allah Swt disebut Al-Barr yang berarti Allah adalah Dzat yang Maha Baik. Allah

memiliki sifat Al-Barr, oleh karena itu kita juga harus selalu berbuat baik kepada sesama

maupun kepada makhluk lainnya. Dengan bersikap demikian maka telah berusaha untuk

berakhlak seperti akhak Allah Swt, karena senantiasa melimpahkan kebaikan dan bersifat

penyayang kepada seluruh ciptaan-Nya yang ada di alam semesta ini. Apalagi kepada

yang selalu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Penggunaan sifat al-

Barru dengan ar-Rahim untuk mengisyaratkan bahwa aneka kebaikan itu diberikan Allah

atas kasih sayang-Nya semata, bukan seperti manusia, berbuat kebaikan seringkali

karena ingin mendapat imbalan tertentu, baik berupa materi ataupun pujian dan

sebagainya.

6. Al-FATTAH artinya Maha Membuka, Memenangkan

Allah Swt Maha Pembuka pintu Rahmat kepada semua Makhluk-Nya. Dia jugalah Sang

Pembuka dan Pemberi jalan keluar terhadap masalah-masalah kehidupan makhluk-Nya.

Ada beberapa hal yang sulit diatasi oleh kita, seperti kekayaan yang tidak kita miliki, hati

yang terkungkung oleh kesedihan, dan persoalan-persoalan yang sulit untuk

diselesaikan. Allah Swt. Al-Fattah yang membuka semuanya itu. Jika Allah Swt tidak

membukakan pintu rahmat-Nya, maka tidak ada satupun kekuatan yang dapat

membukanya. Allah Swt disebut Al-Fattah yaitu Allah Swt adalah Maha Membuka

akan pintu rahmat-Nya. Allah membuka jalan bagi manusia supaya mereka dapat

menggali karunia Allah yang menyebar di alam semesta ini. Allah juga akan

membukakan pintu-pintu kemenangan bagi hamba yang menjalankan perintah-Nya.

Allah Swt-lah yang memiliki kunci rahasia bagi hati manusia. Allah Swt. berfirman :

مَا يََ فتَحَِ اَللَُ لَِلنَاسَِ مَِ نَ رََ حمَ ةَ فََلاََ مَُ مسِكََ لََهَا وََمَا يَُ مسِ كَ فََلاََ مَُ رسِلََ لََهَُ

مِ نَ بََ عدِهَِ وََهُوََ اَل عَزِيزَُ اَ لحَكِيمَُ

Artinya : “Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka

tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang

ditahan oleh Allah maka tidak seorang pun yang sanggup untuk


melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha

Bijaksana.” (QS. 35 Faathir : 2)

7. Al-‘ADL artinya Maha Adil

Al-Adl, artinya adalah bahwa Allah itu Maha Adil. Allah akan berbuat adil dalam

pelaksanaan hukum-hukumNya, baik yang ada di dunia ini, terlebih lagi nanti di Akhirat.

Saking adilnya Allah, Allah kelak akan mengadili hewan yang didzalimi oleh hewan

lain saat ada di dunia ini. Nabi menyebutkan bahwasannya apabila ada kambing

bertanduk menyeruduk kambing yang tidak bertanduk, maka Allah nanti menghidupkan

keduanya, lalu kambing yang tidak bertanduk diberi tanduk oleh Allah SWT lalu ia

menyeruduk kambing yang menyeruduknya sewaktu di dunia. Setelah pembalasan Allah

diberlakukan dengan sangat adil, lalu Allah berfirman: jadilah kalian menjadi debu, lalu

hewan-hewan tersebut menjadi debu. Dan pada saat itulah orang-orang kafir yang

melihatnya ingin jikalau mereka dijadikan Allah sebagai debu juga yang tidak akan

mengalami siksaan di neraka, lalu Allah menolak permintaan dari orang-orang kafir.

Na’udzu billah min dzalik

Banyak manusia yang berlaku adil, namun keadilan manusia sangat terbatas karena

dipengaruhi oleh perasaan dan nafsunya. Besarnya dorongan nafsu serakah manusia

sering mengalahkan pertimbangan akal sehatnya sehingga terkadang berbuat curang,

walaupun hal itu disadari juga. Allah Swt. Adalah Dzat Yang Maha Adil sesuai

kebijaksanaan-Nya. Keadilan Allah Swt. Tidak dipengaruhi oleh nafsu sebagaimana

manusia.

Keadilan Allah Swt tidak hanya berkaitan dengan hukum, moral, dan peraturan sosialkemanusiaan,

atau masalah-masalah keagamaan saja. Tetapi, keadilan Allah Swt.

Berlaku juga dalam menciptakan alam raya lahiriah ini. Nabi Muhammad Saw

bersabda:” Dengan keadilan, langit dan bumi ditegakkan”. Artinya tanpa keadilan,

ekosistem alam semesta ini tidak akan tegak atau malah memberi atau tidak memberi

sama sekali. Jadi, alam raya ini ada karena keadilan dan sistem yang berlaku di dalamnya

juga dengan adil atau seimbang. Firman Allah Swt :

إِنَّ ٱللَََّّ لََ يَظْلِِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ وَإِن تَكُ حَسَنَةً يُضََٰعِفْهَا وَيُؤْتِ مِن لَّدُنْهُ أَجْ رًا عَظِيمًا

Artinya:

”Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan

jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan

memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.” (Q.S. An Nisaa’ 40)

8. AL-HAYYU artinya Maha Hidup

Al-Hayyu artinya Maha Midup, Hidup Allah Swt. tidak sama dengan makhluk-makhluk-

Nya. Kalau segala makhluk hidup yang Dia ciptakan-Nya ini ternyata memerlukan antara

satu dengan lainnya, maka hal itu pasti tidak akan terjadi pada Zat Allah Al Hayyu. Allah

Swt. berfirman :

وَٱ ه للَُّ أََنزَلَ مَِنَ ٱَل ه سمَآءِ مََآءً فََأحَْيَا بَِهِ ٱَلَْْرْضَ بََعْدَ مََوْتِهَآ إََِۚ ه ن فَِى ذَََٰلِكَ لََءَايَةً لَِ قَوْمٍ يََسْمَعُونََ

AKIDAH AKHLAK MADRASAH TSANAWIYAH KELAS VII 113

Artinya :

“Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi

sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda

(kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran). (QS. An –Nahl :65)

9. AL-QAYYUM artinya Maha Berdiri Sendiri

ALQAYYUM: Maha Berdiri Mengurusi Makhluk.

Alqayyum adalah salah satu dari asmaul Husna. AlQayyum artinya Maha (cermat)

Berdiri dalam Mengurusi hamba-hambaNya. Allah berfirman dalam ayat Kursi

(alBaqarah: 255), bahwa Allah tak tersentuh oleh rasa kantuk sedikitpun, tidak juga

tersentuh oleh tidur. Hal ini disebabkan karena Allahlah yang Maha Suci dari sifat-sifat

kekurangan yang hanya dialami oleh makhlukNya.

اللَُّ لََا إَِلَهَ إَِلَا هَُوَ اَ لحَيُّ اَ لقَيُّومُ لََا تََأ خُذُهُ سَِنَة وََلَا نََ و مَ

Artinya :“Allah, tiada Tuhan selain Dia, yang Maha Hidup dan Maha Mengurusi.

Dia tak tersentuh oleh rasa kantuk dan tidur (Al-Baqarah: 255).

Nabi dalam doa hariannya juga berdoa menggunakan lafal Ya Hayyu Ya Qayyum,

yaitu:

"يَا حََيُّ يََا قََيُّ ومُ, بَِرَ حمَتِكَ اََ ستَغِ يثُ, أََ صلِ ح لَِ ي شََأ نِ ي كَُلََهُ وََلاَ تََكِ لنِ ي إَِلَى نََ فسِيَ

طَ رفَةَ عََ ي ن"

Artinya : “Ya Allah Yang Maha Hidup lagi Maha Mengurusi hambaNya, dengan

rahmatMu kami mohon pertolongan, perbaikilah keadaankusemuanya, dan jangan

Engkau serahkan padaku (akal dan kekuatanku), sekejap mata-pun”.

Allahlah yang mengurusi dan memperbaiki alam semesta setelah di lakukan perusakan

oleh manusia, tiada yang lebih baik daripada perbuatan Allah dalam mengurusi dan

memperbaikinya. Misalnya ada manusia yang mengotori tanah dengan limbah-limbah,

nanti Allah akan memperbaiki juga walau jika kita melihatnya akan memerlukan waktu

yang lama.

Allah tidaklah tersentuh oleh rasa lelah, kantuk dan tidur. Suatu ketika nabi Musa A.S

bertanya kepada Allah: ya Allah, tidakkah Engkau merasa lelah dalam menjaga

makhluk-makhlukMu, juga alam semesta ini. Maka, Allah memerintah Musa A.S untuk

mengambil sebuah cermin. Allah berfirman: ambillah sebuah cermin wahai Musa, lalu

peganglah ia, satu malam saja dengan berdiri, jangan sampai cermin tersebut jatuh.

Lalu nabi Musa mengambil dan memegang cermin itu, dan berusaha berdiri semalam

untuk menjaga cermin tersebut supaya tidak jatuh. Dan sampailah pertengahan malam,

dan saking lelah dan berat rasa kantuk nabi Musa, maka terjatuhlah cermin itu dari

tangan nabi Musa. Setelah terjatuh, maka cermin itu jatuh berkeping-keping. Lalu nabi

Musa mengambil pecahan-pecahan cermin, kemudian Allah berfirman: wahai Musa,

begitulah keadaanKu, andai kata Aku seperti makhluk yang mengalami rasa lelah,

114 AKIDAH AKHLAK MADRASAH TSANAWIYAH KELAS VII

kantuk dan tidur, maka akan hancur berkeping-kepinglah alam semesta ini.

10. AL-LATIIF artinya Maha Lembut/Halus

Secara istilah Allah memiliki cinta kasih yang sangat halus pada pemberian rizki dan

nikmat kepada hamba-Nya, atau dalam melaksanakan hokum-hukum dan keadilan. Allah

berfirman sebagai berikut :

ٱللََُّّ لَطِي ف بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَن يَشَآءُ وَهُوَ ٱلْقَوِىُّ ٱلْعَزِيزُ

Artinya : “ Allah Maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezki kepada

yang di kehendaki-Nya dan Dialah yang Maha kuat lagi Maha Perkasa.” (QS.

As-Syura : 19)

Cinta kasih yang lembut dari Allah Al-Lathif terhadap alam semesta terlihat jelas dengan

adanya ekosistem pada benda dan unsur alami yang ada, betapa berartinya cacing-cacing

di dalam tanah yang bermanfaat untuk kesuburan tanah, sampai kepada apa saja yang

disebutkan “ plasma nuthfah” semua itu menunjukkan “ Lathifnya Allah Swt.,” juga

ikan-ikan yang gurih dan nyaman hidup di laut yang asin dan pahit, sehingga dapat

dimanfaatkan untuk konsumsi hidup manusia.

C. PERILAKU ORANG YANG MENGAMALKAN 10 ASMA’UL HUSNA

1. Al-‘Aziiz (‘Azza) yang artinya Maha Perkasa

a. Tunduk dan patuh terhadap ketentuan Allah Swt. Yang berlaku atas dirinya.

b. Rela menerima ketentuan Allah Swt. Dengan ketulusan hati.

c. Tidak menggerutu/mengeluh.

d. Tidak menyesali nasib diri sendiri.

e. Memiliki cita-cita yang tinggi dan yakin dapat meraih cita-cita tersebut.

2. Al-Bashiith artinya Maha Melapangkan rizki, nikmat dan rahmat

a. Bersikap qanaah terhadap nasib dirinya sendiri.

b. Membantu tetangga atau orang lain yang kesusahan.

c. Tidak mengangan-angan anugerah Allah yang diberikan kepada orang lain.

d. Selalu berserah diri kepada Allah Swt. Dalam keadaan senang maupun susah

e. Senantiasa menyadari bahwa Allah-lah yang mengatur rezeki manusia.

3. Al-Ghaniyy artinya Maha Kaya

a. Merasa cukup dan penuh kesyukuran terhadap segala karunia Allah Swt.

b. Menghindarkan sifat rakus terhadap urusan duniawi

c. Memanfaatkan karunia Allah Swt. untuk semakin taat kepada Allah Swt.

d. Senang berbagi terhadap sesame yang membutuhkan

4. Ar- Ra’uuf artinya maha Pengasih

a. Saling kasih mengasihi antar sesama makhluk Allah Swt

AKIDAH AKHLAK MADRASAH TSANAWIYAH KELAS VII 115

b. Pandai- pandai mensyukuri nikmat dan karunia Allah yang diterima dengan cara

memanfaatkan nikmat tersebut sesuai petunjuk Islam.

c. Selalu menjalani hubungan silaturrahim dengan keluarga dan 115muslim.

d. Tidak mencurahkan kasih sayang kepada musuh-musuh Allah.

e. Tidak saling iri hati.

5. Al-Barr artinya Maha Baik

a. Gemar mendermawankan sebagian harta yang dimiliki

b. Untuk menyantuni kaum duafa ( fakir, miskin, anak yatim, maupun janda)

c. Berbuat baik kepada kedua orang tua.

d. Memberikan apa yang dapat diberikan guna berbagai rasa kepada orang lain.

e. Menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

6. Al- Fattaah artinya Maha Membuka, Memenangkan

a. Selalu bertawakal kepada Allah Swt

b. Selalu tunduk dan patuh kepada agama Allah Swt

c. Membuka pintu kebaikan dan menutup pintu kejahatan

d. Bersyukur atas rahmat Allah Swt yang diberikan kepada kita.

e. Memutuskan perkara secara adil sesuai hukum yang berlaku

7. Al-‘Adl artinya Maha Adil

a. Berlaku jujur dan berkata benar. Apa yang dikatakan sesuai dengan

kenyataan.Berlaku adil baik kepada diri sendiri, keluarga, maupun kepada orang

lain.

b. Menerapkan peraturan / hukum yang berlaku dengan baik, tidak diselewengkan.

c. Berbicara dengan penuh keadilan walaupun itu menyakitkan.

8. Al-Hayyu artinya Maha Hidup

a. Berusaha menghidupkan hatinya yang masih dipengaruhi nafsu setan

b. Menggunakan waktu hidup sebaik mungkin dalam beribadah dan beramal shaleh

dengan ikhlas semata-mata karena Allah Swt.

c. Menghiasi hatinya dengan akhlak karimah

9. Al-Qayyuum artinya Maha Berdiri Sendiri

a. Mengakui kebesaran Allah Swt. Sebagai pengatur alam

b. Semesta dengan sikap tawadhuk kepada-Nya.

c. Istiqamah dalam beribadah kepada Allah.

d. Hanya mengharapkan pemberian Allah dalam memenuhi kebutuhan hidup tidak

berpaling kepada selain Allah.

e. Mengandalkan kemampuan diri sendiri dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

f. Menaruh perhatian kepada orang lain, sedapat mungkin membantu mereka berupa

material ataupun spiritual.